Pagi yang cerah untuk melakukan aktifitas terutama setelah libur panjang.
Oh ya sebelumnya perkenalkan namaku Ridwan siswa SMA TAITAN 48 aku hanya
memiliki 1 orang kakak namanya kak Army dia adalah Kepala sekolah disekolah ku.
"huufff... hari yang membosankan tiba" keluh ku
"ayolah ini hari pertama
kamu di kelas XII jadi harus semangat" kak Army coba menyemangati ku
"mau gitu juga bakal tetap
membosankan" jawab ku mengeluh
dengan nada malas
"apa kamu tidak ingin bertemu
dia di sekolah ??" tanya kak Army
"iya mungkin
hanya dia yang
bisa membuat aku semangat" jawab ku dalam hati
"udah sana sebaiknya kamu cepat
berangkat dan temui pujaan Hati mu" ejek Kak Army
"baiklah
kak" jawab ku
"dia berubah
semenjak ditinggal 2 Sahabatnya tapi
mungkin dia akan semangat lagi kalau mereka bertiga
berkumpul" fikir kak Army
Sedangkan ditempat lain Melody dan Ve Siswi
SMA TAITAN 48
sedang bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
"hei Ve kenapa kamu melamun
dari tadi ??"
tanya Melody
"hmm... gak
kerasa ya Mel kita udah kelas XII SMA" jawab Ve
"iya lalu apa
yang kamu
pikirkan" sahut Melody
"gak lama lagi
kita akan lulus SMA dan pasti kita akan berpisah untuk mengejar impian kita masing-masing"
jawab Ve dengan Nada lemas
"itu mungkin
sudah takdir
dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan tapi kita manusia harus selalu
melangkah ke depan untuk masa depan yang indah tapi kita berdua kan sudah janji untuk
selalu bersama walaupun jarak dan waktu memisahkan kita iya kan ?!" sahut Melody
"iya kamu
benar Mel aku janji kamu akan selalu menjadi Sahabat terbaiku" jawab Ve
"sudah
sebaiknya kita berangkat apa kamu tidak ingin bertemu pangeran mu Ve ??" ejek Melody
"mulai deh
kamu ini" sahut Ve cemberut
"tapi
kira-kira bagaimana ya kabarnya Ridwan" fikir Ve
"Ve cepat aku
sudah didepan "jawab Melody
Teriakan Melody menyadarkan Ve dari
lamunannya
"iya Mel
sebentar" jawab Ve
****
SMA TAITAN 48 adalah sekolah
Elit di Jakarta rata-rata Murid disini dari kalangan atas tapi tidak sedikit
juga yang
dari kalangan bawah sekolah disini, mereka yg dari kalangan bawah hanya bisa mengandalkan kepintarannya
sedangkan yang
dari kalangan atas hanya bisa pamer dan menyombongkan diri.
Perkenalkan
Namaku Dhike murid kelas XI di SMA TAITAN 48 aku termasuk orang yang sederhana bisa masuk sekolah ini berkat bantuan kak Army kepala sekolah SMA TAITAN 48… dia memberi
aku Beasiswa sampai aku lulus.
Oh ya aku juga memiliki sahabat yang bisa dibilang aneh mereka adalah Kinal, Thalia dan Hanna walau mereka
aneh tapi mereka adalah sahabat terbaik ku.
"Dhike...."
sahut seseorang
"aku tahu
betul suara siapa ini" jawab ku dalam hati
"hai Ike jalannya sendirian
aja mau aku temenin" jawab Kinal yg baru saja menghampiri Dhike
"boleh Neng
Kinal" jawab ku seraya mengejek
"eh Ike kamu
liat Tata sama Hanna gak ??" tanya Kinal
"ehmm...entahlah
aku juga baru sampai" jawab
ku tidak tau
"mungkin
mereka sudah ada dikelas kali" jawab kinal
"Ya udah kita
ke kelas aja yuk" ajak ku
****
di ruang kepala sekolah kak Army sedang berbicara dengan 2 murid baru
Sedangkan di kelas Ridwan hanya bisa melamun memikirkan sesuatu
"hei Rid kamu kenapa ngelamun
dari tadi ??"
tanya Melody yang memperhatikannya
"jangan-jangan
kamu lagi
mikirin Ve ya ?!" ejek Melody
"ihiii...Melody
kamu itu suka banget ngejek aku" jawab Ve
"tapi yang dibilang Melody bener
ko Ve aku emang lagi mikirin kamu" jawab Ridwan
"Ciee...Ve
mukanya Merah kaya udang Rebus" ledek Melody
"apa sih
kalian berdua gak lucu tau" jawab Ve memalingkan Wajahnya
Tapi tiba-tiba ada pengumuman dari Speaker
sekolah bahwa seluruh murid kelas
XI s/d XII untuk berkumpul di
aula sekolah.
"eh tuh ada
pengumuman kita disuruh ke Aula" sahut Melody
"ya udah yuk
ke Aula sekarang" ajak Ve
Selang beberapa menit semua murid sudah berkumpul dan kak Army siap memberi info kepada murid-murid.
"oke semuanya
sudah berkumpul saya ingin memberi tahu beberapa info bawha.. jadi besok lusa kita akan
kedatangan murid
pembelajaran baru untuk kelas X dan untuk kegiatan
ospek nanti saya
akan memilih ketua dari kelas XII untuk memimpin acara ini untuk kelas XI saya juga akan memilih beberapa murid untuk ikut berpartisipasi dan untuk kelas XII kalian kedatangan murid baru... nanti saya perkenalkan ke kalian" jelas Kak Army
"baik
kak" Sahut semua Murid
Setelah pengumuman tadi suasana kelas XII mulai ramai karena akan
kedatangan murid baru tapi hanya Ridwan yang tidak mempudulikannya.
"Rid semangat
dong masa ada Murid baru kamu murung gitu" sahut Melody
"iya kamu ini
gak berubah dari dulu murung mulu" sambung Ve
"terus gua harus ngapain apa
perlu gua jungkir balik depan kelas buat nyambut murid baru ?!" jawab Ridwan
tiba-tiba
Kak Army datang.
"selamat pagi
semua" sahut Kak Army
"Pagi
Kak" jawab Murid kelas XII
"seperti kakak bilang tadi kita
kedatangan 2 murid baru, mereka pindahan
dari Japan" jelas kak Army
"wah dari
Japan Mel murid
barunya" sahut Ve ke Melody
"gak usah nora deh Ve" jawab
Ridwan
"Ridwan Ve
kalian berdua
ini gak bisa tenang bentar ya" tegur kak Army
"tau nih
kalian berdua ribut mulu dari tadi" sambung Melody
"dari pada
buang-buang waktu
sebaiknya saya persilahkan mereka masuk" sahut Kak Army
Ketika murid baru masuk banyak murid-murid terkesima
terutama siswi-siswi
tapi Ridwan malah memalingkan wajahnya.
"oke silahkan kalian perkenalkan
diri" sahut kak Army
"Hai semua nama ku Andre" sahut siswa
baru yg bernama Andre
"dan saya
Ren" sambung Ren
Tiba-tiba Ridwan menengok ke murid baru itu setelah
mendengar nama mereka
"Andre Ren lu berdua ?!" Ridwan histeris
Seketika murid-murid yang lain melihat ke Ridwan
"Ridwan jangan
teriak di dalam
Kelas" jawab Kak Army
"iya kak maaf abis gak nyangka mereka sekolah
disini" jawab Ridwan
"dia masih
sama kayak yan dulu selalu paling berisik di Kelas " bisik Ren ke Andre
"iya Ren tapi mau gimanapun dia kahabat lama kita"
jawab Andre
"oke sekarang
kalian boleh duduk.. Ren kamu duduk di sebelah Melody sedangkan Andre dibelakang
Ridwan" jelas kak Army
"baik kak" jawab Ren dan
Andre sambil berjalan menuju kursi
mereka
Setibanya mereka ditempat duduk mereka
masing-masing Ridwan lah yang lebih dulu membuka obrolan.
"oy gimana kabar kalian
berdua ??"
tanya Ridwan
Tapi Melody dan Ve yg berada didekat mereka
merasa bingung dengan tingkah Ridwan yg berubah cepat
"Rid emang
kamu kenal mereka ??" tanya Ve
"Oh ya gua
lupa mereka ini Sahabat gua dari kecil tapi pas lulus SMP mereka mutusin untuk
Sekolah di Japan" jawab Ridwan
"iya dan dulu
Ridwan itu yang paling berisik diantara kami bertiga" sambung Andre
"Ihhhii.. beda
banget sama yg kita kenal dia tuh pemurung banget kayak gak ada semangat hidup, itu aja mungkin kalo gak kenal Ve
dia udah kayak mobil tanpa mesin kali" jawab Melody
"hee siapa yang kamu bilang Mobil
tanpa Mesin" sahut Ridwan
"Oh ya kenalin
Aku Melody dan ini teman ku Veranda panggil aja Ve" sahut Melody
memperkenalkan dirinya dan Ve
"iya salam
kenal ya" sahut Andre
Sedangkan Ren yg disamping Melody hanya
diam
"Rid kok temen kamu yang satunya diem mulu sih, kenapa ??" tanya Ve ke Ridwan
"Ohh Ren emang gitu orangnya kaya mayat hidup" jawab
Ridwan
"jangan suka ngomongin orang lain gak
baik" sambung Ren dengan nada sinis
"ehh Ren apa gak sebaiknya lu beri salam sebagai murid baru" jawab
Ridwan
"apa lu lupa
baru tadi gua ngasih salam kesemua murid di kelas ini" jawab Ren dengan santai
"jangan sok
Keren di depan
Melody sama
Ve" jawab Ridwan kesal
"ternyata bener lu gak berubah sama
sekali tetep aja Berisik kayak
dulu" balas Ren
"ehh lu berdua jangan bertengkar ngapa kita kan baru aja ketemu" sambung Andre menenangkan Ridwan dan
Ren
"ternyata mereka bertiga memiliki
keperibadian yang berbeda... yang satu pendiam yang satu cerewet dan yang satunya lagi cuma bisa jadi penengah kalo sahabatnya bertengkar"
fikir Melody
"dari pada
disini mending gua ke kantin" fikir Ren
"Ren mau
kemana lu ??"
tanya Andre
"Kantin..."
jawab Ren terus berjalan meninggalkan kelas
"tunggu gua
ikut...eh Rid ikut gak lu ??" sahut Andre mengajak Ridwan
"dari pada gak
ada kerjaan mending gua ikut lu berdua deh" jawab Ridwan
"kalian gak
mau ikut ??"
ajak Andre ke Melody dan Ve
"gak ah makasih kami disini
aja" jawab Melody
"Oke
daaahh" jawab Andre
"cocok banget ya Mel mereka bertiga
jadi sahabat saling
mengisi kekurangan masing-masing ?!" tanya Ve
"iya..."
jawab Melody singkat
Sedangkan diperjalanan menuju kantin Ren
menabrak seorang cewek
"sorry gua gak
sengaja gua lagi buru-buru mau ke kantin" jawab Ren santai
"ya Tuhan
Keren amat nih cowok" fikir cewek yang ditabrak Ren
"hei lu gak apa-apa kan ?!" tanya Ren
"gak apa apa kok, oh ya lu anak baru disini
ya kenalin gua Tamara cewek tercantik di SMA TAITAN 48" jawab Tamara sambil memperkenalkan diri
"gua Ren murid pindahan dari Japan" jawab Ren
Tapi tiba-tiba Ridwan dan Andre datang
"ehh Ren lagi
apa lu sama cewek
gak jelas ini ??" tanya Ridwan
"tadi gua nabrak dia sampe
jatoh" jawab Ren
"eh siapa yang lu bilang cewek gak
jelas ??"
tanya Tamara Marah
"iya siapa
lagi cewek
kan disini cuma lu doag" jawab Ridwan
"lu inget ya
Ve cewek lu
sama gua tuh masih cantikkan gua tau gak" jawab Tamara dengan sombong
"jiaaahhh pede gila lu "jawab Ridwan
mengejek Tamara
"udah lah Rid gak usah
diperpanjang lagi, lagian gua kok yang salah" jawab Ren
"tuh denger
apa kata temen lu dasar cowok stres" sahut Tamara
"udah-udah
lagian ini sekolah gak baik ribut-ribut disini" jawab Andre
"lu juga anak
baru disini ??" tanya Tamara
"iya nama gua
Andre, gua juga sama kayak Ren dari Japan juga" jawab Andre
"gua Tamara cewek paling cantik..."
"eh Ren
tunggu" sahut Andre meninggalkan
Tamara
"sial gua di
cuekin tapi gak apa apa lah gua udah tau nama cowok yang nabrak gua tadi.. eh tapi kira-kira dia satu kelas gak ya sama gua ??" fikir Tamara
Sesampainya di kantin Ren, Ridwan & Andre langsung
memesan minuman
"bu biasa es teh manis" sahut
Ridwan
"eh lu berdua
mau minum apa ??" tanya Ridwan
"gua sama aja
kayak lu" balas Ren
"kalo gua sama
juga deh" jawab Andre
"bu es teh manis 3 ya" sahut Ridwan
lagi
Tapi di kantin gak cuma mereka bertiga, ada murid lain yang sedang santai-santai
"Rid lu kenal mereka semua gak ??" tanya Ren
"oh mereka Prass, Hans &
Yoga" jawab Ridwan
"Mereka satu
kelas sama kita Rid ??" tanya Andre
"iya tapi
kalian harus hati-hati.. Prass Cs paling ditakutin di sekolah ini" jawab Ridwan memperingati 2
sahabatnya ini
"Rid gak salah nih lu juga takut sama mereka bertiga ??" Sahut Ren
"gua sih
bukannya takut tapi males aja kalo punya masalah sama mereka" jawab Ridwan
"Prass itu
bokapnya mafia
jadi gua males sampe kak Army juga gak mau punya urusan sama bokapnya" sambung Ridwan
"menarik nih
kayaknya..
kira-kira gua bisa ngalahin dia dimana Rid ??" tanya Ren
"lu gila dia
tuh kapten tim Basket belum ada yang bisa ngalahin
dia" jawab Ridwan
"ehh Rid lu lupa dulu kita
bertiga ini siapa ??" sahut Andre
"iya kan itu
dulu Ndre udah 2 Tahun lebih kita gak maen Basket bareng" jawab Ridwan
Di
tempat Prass duduk ternyata mereka bertiga memperhatikan Ren, Ridwan dan Andre
"kayaknya kita
kedatangan murid
baru nih Prass" sahut Hans
"iya coba
kalian liat siapa yg bersama mereka" jawab Prass
"Ridwan
pecundang yang
bisanya bersembunyi dibalik nama Kakaknya yang sebagai Kepala sekolah" balas Yoga
"hei Prass lu
mau kemana ??"
tanya Yoga
"bodoh lu liat aja apa yang bakal Prass lakuin sama 2
anak Baru itu" jawab Hans
Prass menghampiri Ren Dan kawan-kawan
"hai gua Prass
kapten tim Basket disini"
sahut Prass memperkenalkan diri
"gua Ren dan
ini temen gua Andre" jawab Ren
"gua kesini
mau ngajak lu berdua join ke Tim basket Sekolah kita" ajak Prass
"gua sama Ren
belum nentuin ekskul mana yg bakal kita ikutin" jawab Andre
"oh mungkin kalian mau
ikutin ekskulnya
Ridwan ??"
tanya Prass
"iya mungkin
begitu" jawab Ren
"tenang Ridwan
ini masuk ekskul
Basket juga kok walau cuma jadi pemain pengganti" jawab Prass
"kita liat aja
dalam waktu
dekat ini gua bakal nentuin mau masuk ekskul mana dan kalo gua masuk ekskul Basket siap-siap lu harus copot tuh Band kapten" jawab Ren
Meninggalkan Kantin
"hei Ren
tunggu" sahut Andre dan Ridwan
Sedangkan
Prass masih duduk ditempat dimana tadi Ren duduk
"oke kita liat
aja apa lu bisa Rebut Posisi Kapten Tim Basket" fikir Prass
"eh lu berdua
yuk balik ke Kelas" ajak Prass ke Hanns dan Yoga
Setibanya Ren di kelas Ridwan langsung marah gara-gara Ren
menantang Prass
"Ren lu ini
gimana sih kan udah gua kasih tau jangan pernah berurusan sama Prass"
sahut Ridwan marah
"kenapa lu
takut ??"
jawab Ren
"ya bukannya
gitu tapi lu sama aja ngajak perang sama bokapnya Prass" balas Ridwan
"gua gak peduli
dan mungkin Andre juga berfikiran sama kayak gua ya gak Ndre ?!" sahut Ren
"ya gua bakal
ikut apapun yang terjadi" jawab Andre
"lu berdua ini
memang gak berubah sama sekali" balas Ridwan
"bukan kita yang berubah tapi lu aja yg
terlalu parno Rid santai aja Ren pasti punya Rencana" jawab Andre
Sedangkan Melody dan Ve yg berada dekat
mereka merasa Bingung
"eh kalian
ngomongin apa sih ??" tanya Ve
"anak cewek diem aja gak usah
ikut campur urusan cowok" jawab Ren
"ya udah kalo
gak mau ngasih tau" balas Ve cemberut
****
Tapi gak lama Prass Cs masuk ke kelas
dan
dia menghampiri Melody
"hai cantik" goda Prass
"gak usah
kurang ajar ya sama cewek" bentak Ve
"wow ada yang marah rupanya, jangan marah-marah mulu dong neng Ve" jawab Hanns
"jangan suka perlakuin cewek suka-suka hati" bentak Ridwan karena Marah Ve diganggu
"terus lu
maunya apa ribut
ayo" jawab Hannss
"oke kalo itu yang lu mau ayo kita keluar
sekarang" Tantang Ridwan
"Ridwan gua
minta lu duduk
sekarang" sahut Ren
"ta-ttapii
Ren" belum selesai Ridwan mengucapkan
tiba-tiba
Hanns dipukul oleh Prass
"prass kenapa
lu mukul gua ??" tanya Hannss
"jangan
berlaga sok keren
pertempuran kita belum dimulai jadi lu harus sabar" bisik Prass
"baik Prass" jawab Hanss
langsung duduk
di kursinya
Murid-murid yang melihat kejadian tadi heran kenapa Prass memukul
Hanss terutama Ridwan
"aneh kenapa
yang dipukul Prass bukan gua tapi malah Hanss ??" fikir Ridwan
"lu gak usah
bingung..
Prass emang sengaja mukul Hanss biar le berdua gak jadi ribut" jelas Andre
"dari mana lu
tau Ndre ??"
tanya Ridwan
"lu gak sadar
kenapa Ren nyuruh lu duduk lagi, itu karena Ren maupun Prass gak mau salah satu
temennya luka
parah sebelum perebutan kapten tim Basket" jelas Andre
"jadi intinya
Ren mau gua ikut dalam tim lu berdua ?!" balas Ridwan
"iya makannya
lu jangan bertindak ceroboh karena gua perlu tenaga lu" sahut Ren
Tiba-tiba Tamara and Gank masuk ke kelas
"hai Semua
Tamara yang cantik ini sudah hadir" sahut Tamara dengan
tingkah lakunya yang centil
"wah itu kan
cowo yang Nabrak gua tadi" fikir Tamara
Tamara pun berjalan menuju tempat Ren
"hai masih inget sama gua
gak ??"
tanya Tamara
"oh lu yang
tadi gua tabrak kan ?!" jawab Ren dengan santai
“iya gua Tamara nah ini temen-temen gua ada
Angel, Riska, Dewi dan Violet” sahut Tamara sambil memperkenalkan teman-temannya
“gua Ren.. kalian kalo gak ada urusan
penting lebih baik cepat-cepat pergi dari sini” jawab Ren sinis
“biasa aja dong bang emang ini sekolah lu
apa ?!” sahut Violet
“Vi lu bisa diem gak ??” bisik Riska
“tau nih.. lu gak mau Tamara marah kan ?!”
sambung Angel
“oke gak apa-apa gua akan pergi tapi suatu
saat lu yang bakal ngejar-ngejar gua” jawab Tamara
Sedangkan Melody yang
berada disamping Ren hanya bisa diam setelah Tamara pergi lalu Melody bertanya
kepada Ren
“Ren boleh bicara bentar gak ??” tanya
Melody
“boleh mau ngomongin apaan ??” jawab Ren
“hmmm.. kamu ini asli keturunan Japan atau
bukan ??” tanya Melody
“gua keturunan Indonesia-Japan, bokap gua
asli Japan nyokap gua orang Jogja” jelas Ren
“terus kenapa kamu sama Andre pindah ke
Indonesia lagi kenapa gak di Japan aja ??” tanya Melody
“sebenarnya kita balik ke Indonesia itu
karna permintaan kak Army, dia bilang khawatir sama Ridwan soalnya semenjak
kami pergi ke Japan dia jadi terlihat murung terus” jelas Ren
“iya itu bisa terlihat dari perubahan sikap
Ridwan.. dulu pertama kali aku kenal dia orangnya kayak gak ada semangat untuk
hidup, tapi setelah kamu sama Andre hadir dia beda banget jadi ceria” sambung
Melody sambil melihat ke arah Ridwan yang sedang bercanda dengan Ve dan Andre
to be continued ...
created by @Ren_Kagami48
created by @Ren_Kagami48

Tidak ada komentar:
Posting Komentar