Minggu, 18 Januari 2015

THE TAITAN 48 [eps_2]






 Tak lama kak Army masuk kelas

    “hai semua” sahut kak Army yang baru saja tiba
    “hai kak Army” jawab murid-murid
    “kakak akan ngumumin ketua panitia untuk kegiatan ospek besok” jelas kak Army
    “liat nih pasti kak Army bakal nyebut nama gua” bisik Prass ke Tamara
    “pliss deh jangan geer dulu.. yang ditunjuk jadi ketua tuh pasti gua” balas Tamara
    "oke yang akan jadi ketuanya adalah Melody" sahut kak Army
    "What kok Melody sih kak bukan aku yang jadi ketua nya ??" protes Tamara
    "Tamara ini udah keputusan dari pihak sekolah jadi mau gak mau kamu harus terima" jawab kak Army
    "dan Melody kamu boleh memilih sendiri untuk wakil ketua ospek" sambung kak Army
    "Melody pilih aku aja ya" pinta Ve
    "ehmmm..." Melody masih berfikir siapa yang pantas menjadi wakilnya

Melody sempat melirik ke arah Ren

    "aku milih Ren aja kak sebagai wakilnya" jawab Melody
    "loh kok kenapa Ren dia kan murid baru Mel ??" tanya Prass
    "tau Melody kenapa bukan Prass yangg udah jelas-jelas kapten Basket" sambung Yoga
    "Melody kakak mau minta penjelasan dari kamu kenapa memilih Ren" tanya kak Army
    "karena dia tuh orangnya tenang kak, biasanya orang yg tenang itu cenderung lebih dewasa kak jadi punya jiwa memimpin gitu" jelas Melody
    "hati-hati entar di modusin lagi kamu Mel" teriak Hanns
    "iya bener tuh biasanya orang sok keren tuh suka modusin cewek" sambung Prass
    "eh lu berdua bisa diem gak" sahut Ridwan marah
    "Ridwan duduk ...!!!" bentak kak Army
    "dan buat kamu Prass jangan suka cari-cari masalah" sahut kak Army
    "untuk anggota ospek kakak sudah membuatnya.. kakak akan sebutin satu persatu" jelas kak Army
    "oke untuk anggota panitia ospek ada Ve, Ridwan, Prass, Tamara, Violet, Hanns, Angel, Yoga, Riska dan Andre" sebut kak Army
    "cuma 12 orang doang kak ??" sahut Ve
    "iya katanya ada murid kelas XI yang ikut juga kak ?!" sambung Melody
    "tenang kalo itu kak udah ngaturnya kok.. nah sekarang murid kelas XI yang diluar boleh masuk" perintah kak Army
    "hai kak" sahut Kinal, Dhike, Tata dan Hanna
    "Hah mereka berempat yang jadi anggota ospek gak salah kak ??" protes Tamara
    “iya mereka bakal gabung dalam kelompok” jawab kak Army
    “ ok kakak bakal sebutin anggota pada tiap kelompok. Kelompok 1- Melody, Prass, Ren, Tamara. Kelompok 2- Yoga, Tata, Angel, Dhike Kelompok 3- Violet, Andre, Ve, Hanns. Kelompok 4- Ridwan, Kinal, Hanna, Riskha.
    “ih kok aku satu kelompok sama mereka kak ??   
    "Kamu keberatan Tamara satu kelompok sama mereka ??" jawab kak Army dengan pertanyaan Tamara
    "Jelaslah keberatan masa aku harus satu kelompok sama mereka-mereka" balas Tamara
    "Oke kalo kamu keberatan kamu bisa keluar dari kelompok ini ko" jawab kak Army
    "Lah ko aku yangg disuruh keluar sih kak gak adil nih" jawab Tamara kembali
    "Katanya kamu keberatan ya udah kalo gitu lebih baik kamu yangg mengundurkan diri" balas kak Army
    "Tapi gak bisa gini dong kak" protes Tamara kembali
    "Keputusan ini udah kakak bicarakan dengan pengurus Sekolah jadi kalo ada yang tidak suka mau gak mau harus mengundurkan diri" jelas kak Army
    "Sial gua gak mau kalo mereka berempat satu kelompok sama gua" bisik Tamara
    "oke kalian bisa pake Ruang Osis yang kosong untuk diskusi tentang ospek besok untuk ketua dan wakilnya sesuai dengan ketentuan tadi Melody sebagai ketua & Ren sebagai wakilnya" sahut kak Army
    "Dan satu lagi kakak mau tugas kalian sebagai pembina harus kumpul jam 3 sore ini" lanjut kak Army
    "Sekarang baru jam 11 siang masih cukup banyak waktu untuk kalian untuk berfikir buat Ospek besok" sambung kak Army


Kak Army pun pergi meninggalkan Klas XII

"Kita harus cepet-cepet mikir buat Ospek besok" sahut Ve
"Terus kenapa kalian masih disini bukannya kita harus ke Ruang Osis" jawab Ren sambil berjalan keluar kelas
"Tuh orang kalo bukan temenya Ridwan udah gua jadiin Combero kali" jawab Ve kesal
"Udah apa kata Ren tuh ada betulnya kan kak Army yang bilang tempat kita buat diskusi di Ruang Osis" jawab Melody
"gak biasanya Melody belain cowok apalagi dia baru kenal sama Ren" pikir Ve
"Hei kalian jangan buang waktu cepat pergi ke ruang Osis" sahut Prass
"Halah lu sendiri masih duduk-duduk disitu" jawab Hanna
"Hanna kamu bisa gak jangan asal jawab kayak gitu" bisik Dhike
"Ya abis tuh anak ngeselin khe" jawab Hanna
"Tapi dia kan kakak kelas kita" jelas Dhike
"Alah kakak kelas kayak gitu mah gak usah terlalu di hormati" jawab Hanna santai
"Udah ngobrolnya kalo belum gua mau duluan nyusul Ren ya" jawab Andre
"Gua juga ikut Ndre" sahut Ridwan
"Udah yuk ntar keburu habis waktunya" sahut Melody

Sedangkan Ren yang sudah tiba lebih dahulu di ruang osis sedang bosan menunggu teman satu kelompoknya

"Kalian lamban udah 15 menit gua nunggu disini" sahut Ren kepada kelompoknya
"Maaf  tadi ada kendala pass mau kesini" jawab Melody meminta Maaf
"Alah paling juga Dandan dulu di Toilet" jawab Ren kesal
"Sekali lagi aku sebagai ketua minta maaf" jawab Melody merasa bersalah
"Ketuanya aja kayak gini apalgi anggotanya dasar gak berguna" jawab Ren angkuh

Melody yang mendengar perkataan Ren barusan pun menangis menundukan kepalanya

"Sudah gak usah menangis segala itu hanya bisa membuat lu gak percaya diri lagi" sahut Ren pergi meninggalkan yang lain
"Ren mau kemana lu" tanya Ridwan
"Gua males dan gua gak suka dipimpin ketua Cengeng kayak gitu" jawab Ren

Andre yang dari tadi diam pun berjalan mendekati Melody

"Udah gak usah nangis Mel maksudnya Ren tuh baik" sahut Andre menenangkan Melody
"Baik dari mana jelas-jelas tadi dia tuh ngejek Melody" jawab Ve kesal
"Dia memang gitu gak suka terus terang tapi dalam katanya tadi mungkin maksud dia adalah ingin kalian lebih disiplin dalam waktu" jelas Andre
"Tapi apa dia gak mikir perasaannya Melody yang dia hina ?!" jawab Ve
"Mungkin Ren sudah mikirin sebelumnya" jawab Andre singkat
"Mikirin gimana coba ??  jelas-jelas dia langsung pergi dan gak minta maaf sama sekali" tanya Ve
"Ren tau pasti bakal ada yang jelasin perkataannya tadi" jawab Andre
"Maksud kamu apa ??" tanya Ve bingung
"Lihat sekarang siapa yang lagi nenangin Melody?? Gua karena Ren tau gua sama Ridwan yang paling mengerti watak/sifat dia" jelas Andre
"Tapi cowok yang gak langsung minta maaf setelah nyakiti perasaan cewek itu disebut banci" jelas Ve
"Kita liat aja ntar si Ridwan lagi nyusul Ren buat bujuk dia" jawab Andre

Di sisi lain Prass dan tamara yang berada tak jauh dari mereka merasa senang melihat pertengkaran tadi

"Pertunjukan yang hebat" sahut prass sambil bertepuk tangan
"Iya Drama yang sangat mengagumkan" lanjut Tamara
"Apa mau kalian??" tanya Ve
"Wooo tenang kami cuma mau ikut kalian berdiskusi buat besok" jawab Prass

Melody yang masih belum tenang tiba-tiba lari pergi menjauh dari teman-temannya

"Melody mau kemana kamu" tanya Ve

Tapi Melody tidak menjawabnya dia malah terus berlari
Ve pun mengejarnya tapi
ditahan oleh Andre
"Jangan dikejar" sahut Andre
 "Tapi gua takut dia ngelakuin sesuatu yang aneh" jawab Ve
 "lu temennya harusnya lu lebih tau sekarang dia perlu adalah ketenangan jadi gua mohon jangan dikejar" jawab Andre

Ve pun hanya terdiam. Sedangkan Melody berlari menuju taman sekolah

"Apa yg Ren bilang benar gua gak pantes jadi ketua" pikir Melody sambil menangis

Tidak jauh dari tempat Melody Ren dan Ridwan berbicara

"Ren kenapa lu bisa ngomong kayak gitu ke Melody" tanya Ridwan
"Gua cuma pengen mereka lebih menghargai waktu yang ada" jawab Ren
"Iya tapi lu gak bisa ngomong kasar kayak gitu ke Melody" sahut Ridwan
"Gua gak ada maksud kasar sama dia tapi lu tau sifat gua kayak gimana" jawab Ren menundukan kepalanya
"Lebih baik lu minta maaf ke Melody sekarang" usul Ridwan
"Pasti anaknya sekarang lagi nangis di ruang osis kan ?!" tanya Ren
"gak, lu liat sebelah sana" jawab Ridwan menunjuk ke arah Melody
"Lu temenin gua ya buat minta maaf" pinta Ren
"lu harus minta maaf sendiri tugas gua sama Andre dah kelar sampe sini seterusnya tergantung lu berdua" jawab Ridwan pergi


Ren pun berjalan menuju Melody yg sedang menangis

"Hai..." sahut Ren
"Hai juga" jawab Melody menundukan kepalanya
"Maaf ya tadi kata-kata gua kasar sama lu" sahut Ren
"Tapi maksud gua baik kok" lanjutnya
"Gak apa-apa Andre udah jelasin semua mungkin di sini emang aku yang salah" jawab Melody
"Tapi tadi gua kan gak sempet dengerin penjelasan lu dulu kenapa bisa telat" balas Ren

Tiba-tiba Hp mereka berdua berbunyi

"Bentar ya adik aku nelpon" sahut Melody pergi menjauh dari Ren

Ren juga sama mendapat telpon dari adiknya

"Hallo ada apa kakak lagi sekolah nih" sahut Ren
"Aku cuma mau ngasih tau sama kakak dalam waktu dekat ini aku bakal nyusul kakak ke Indonesia" jawab adik Ren
"Kakak gak izinin kamu ke sini" balas Ren tidak mengizinkan adiknya
"Tapi kakak Aku gak bisa di sini sendirian" jawab adik Ren
"Pokoknya kakak gak izinin kamu kesini sendirian" sahut Ren
"Hallo Ren ini kakak" sahut seseorang di telpon
"Ini kak Verry kan ?!" tanya Ren
"Iya Ren ini kak Verry, soal adik kamu dia gak sendiri kok dia sama kakak dan temen-temen kamu sama Andre di sini" jawab kak Verry
"Kenapa mereka harus ikut ??" tanya Ren
"Entahlah kakak juga udah nanya tapi mereka gak jawab alasannya kenapa" jelas kak Verry


to be continued ....

created by @Ren_kagami48



Tidak ada komentar:

Posting Komentar